Jumat, 01 Oktober 2010

JENIS-JENIS MEMBACA DAN KARAKTERISTIKNYA

Tuesday, January 20, 2009


Ditinjau dari segi terdengar atau tidaknya suara pembaca waktu melakukan kegiatan membaca, maka proses membaca dapat dibedakan menjadi :

A. Membaca Nyaring
Membaca nyaring adalah kegiatan membaca dengan menyuarakan tulisan yang dibacanya dengan ucapan dan intonasi yang tepat agar pendengar dan pembaca dapat menangkap informasi yang disampaikan oleh penulis, baik yang berupa pikiran, perasaan, sikap, ataupun pengalaman penulis.

Ketrampilan yang dituntut dalam membaca nyaring adalah berbagai kemampuan, diantaranya adalah :

1. menggunakan ucapan yang tepat,
2. menggunakan frase yang tepat,
3. menggunakan intonasi suara yang wajar,
4. dalam posisi sikap yang baik,
5. menguasai tanda-tanda baca,
6. membaca dengan terang dan jelas,
7. membaca dengan penuh perasaan, ekspresif,
8. membaca dengan tidak terbata-bata,
9. mengerti serta memahami bahan bacaan yang dibacanya,
10. kecepatan bergantung pada bahan bacaan yang dibacanya,
11. membaca dengan tanpa terus-menerus melihat bahan bacaan,
12. membaca dengan penuh kepercayaan pada diri sendiri.

B. Membaca Dalam Hati

Membaca dalam hati adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan tanpa menyuarakan isi bacaan yang dibacanya.
Ketrampilan yang dituntut dalam membaca dalam hati antara lain sebagai berikut:
1. membaca tanpa bersuara, tanpa bibir bergerak, tanpa ada desis apapun,
2. membaca tanpa ada gerakan-gerakan kepala,
3. membaca lebih cepat dibandingkan dengan membaca nyaring,
4. tanpa menggunakan jari atau alat lain sebagai penunjuk,
5. mengerti dan memahami bahan bacaan,
6. dituntut kecepatan mata dalam membaca,
7. membaca dengan pemahaman yang baik,
8. dapat menyesuaikan kecepatan dengan tingkat kesukaran yang terdapat dalam bacaan.

Secara garis besar, membaca dalam hati dapat dibedakan menjadi dua (I) membaca ekstensif dan (II) membaca intensif. Berikut penjelasan secara rinci kedua jenis membaca tersebut :

I. Membaca Ekstensif
membaca ekstensif adalah membaca secara luas. Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Membaca ekstensif meliputi :

1. Membaca Survai (Survey Reading)
Membaca survai adalah kegiatan membaca untuk mengetahui secara sekilas terhadap bahan bacaan yang akan dibaca lebih mendalam. Kegiatan membaca survai merupakan pendahuluan dalam membaca ekstensif.
Yang dilakukan seseorang ketika membaca survai adalah sebagai berikut :
(a) memeriksa judul bacaan/buku, kata pengantar, daftar isi dan malihat abstrak(jika ada),
(b) memeriksa bagian terahkir dari isi (kesimpulan) jika ada,
(c) memeriksa indeks dan apendiks(jika ada).

2. Membaca Sekilas
Membaca sekilas atau membaca cepat adalah kegiatan membaca dengan mengandalakan kecepatan gerak mata dalam melihat dan memperhatikan bahan tertulis yang dibacanya dengan tujuan untuk mendapatkan informasi secara cepat.
Metode yang digunakan dalam melatihkan membaca cepat adalah :
(a) metode kosakata; metode yang berusaha untuk menambah kosakata.
(b) Metode motivasi; metode yang berusaha memotivasi pembaca(pemula) yang mengalami hambatan.
(c) Metode gerak mata; metode yang mengembangkan kecepatan membaca dengan menigkatkan kecepatan gerak mata.

Hambatan-hambatan yang dapat mengurangi kecepatan mambaca :
(a) vokalisai atau berguman ketika membaca,
(b) membaca dengan menggerakan bibir tetapi tidak bersuara,
(c) kepala bergerak searah tulisan yang dibaca,
(d) subvokalisasi; suara yang biasa ikut membaca di dalam pikiran kita,
(e) jari tangan selalu menunjuk tulisa yang sedang kit abaca,
(f) gerakan mata kembali pada kata-kata sebelumnya.

3. Membaca Dangkal (Superficial Reading)
membaca dangkal pada hakekatnya bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat luaran, yang tidak mendalam dari suatu bahan bacaan. Membaca jenis ini biasanya dilakukan seseorang membaca demi kesenangan, membaca bacaan ringan yang mendatangkan kesenangan, kegembiraan sebagai pengisi waktu senggang.

II. Membaca Intensif
membaca intensif atau intensive reading adalah membaca dengan penuh penghayatan untuk menyerap apa yang seharusnya kita kuasai. Yang termasuk dalam membaca intensif adalah :

A. Membaca Telaah Isi :
1. Membaca Teliti
Membaca jenis ini sama pentingnya dengan membaca sekilas, maka sering kali seseorang perlu membaca dengan teliti bahan-bahan yang disukai.
2. Membaca Pemahaman
Membaca pemahaman (reading for understanding) adalah sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami tentang standar-standar atau norma-norma kesastraan (literary standards), resensi kritis (critical review), dan pola-pola fiksi (patterns of fiction).
3. Membaca Kritis
Membaca kritis adalah kegiatan membaca yang dilakukan secara bijakasana, mendalam, evaluatif, dengan tujuan untuk menemukan keseluruhan bahan bacaan, baik makna baris-baris, makna antar baris, maupun makna balik baris.
4. Membaca Ide
Membaca ide adalah sejenis kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh, serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan.

5. Membaca Kreatif
Membaca kreatif adalah kegiatan membaca yang tidak hanya sekedar menagkap makna tersurat, makna antar baris, tetapi juga mampu secara kreatif menerapkan hasil membacanya untuk kehidupan sehari-hari.

B. Membaca Telaah Bahasa :
1. Membaca Bahasa (Foreign Language Reading)
Tujuan utama membaca bahasa adalah memperbesar daya kata (increasing word power) dan mengembangkan kosakata (developing vocabulary)
2. Membaca Sastra (Literary Reading)
Dalam membaca sastra perhatian pembaca harus dipusatkan pada penggunaan bahasa dalam karya sastra. Apabila seseorang dapat mengenal serta mengerti seluk beluk bahasa dalam suatu karya sastra maka semakin mudah dia memahami isinya serta dapat membedakan antara bahasa ilmiah dan bahasa sastra.

Posted by guruIT at 7:35 PM Labels: Artikel Bahasa Indonesia

Membaca Akar dari Pengetahuan


Kebiasaan membaca buku

Salah satu unsur penting dalam Manajemen Diri adalah membangun kebiasaan untuk terus menerus belajar atau menjadi manusia pembelajar yang senantiasa haus akan informasi dan pengetahuan.

Hal ini seperti yang dikatakan oleh Henry Ford, pendiri General Motors yang mengatakan bahwa "Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. Anyone who keeps learning stays young. The greatest thing in life is to Keep your mind young."

Tidak peduli berapapun usia kita, jika kita berhenti belajar berarti kita sudah tua, sedangkan jika senantiasa belajar kita akan tetap awet muda. Karena hal yang terbaik di dunia akan kita peroleh dengan memelihara pikiran kita agar tetap muda.

Salah satu cara paling efektif untuk belajar adalah dengan membaca. Namun sayangnya sebagian besar kita tidak pernah punya waktu untuk membaca. Alasan utama yang sering kita sampaikan adalah kesibukan pekerjaan. Kita terjebak dalam rutinitas dan tekanan pekerjaan sehingga tidak memiliki kesempatan untuk mengasah gergaji kita, seperti yang diceritakan oleh Stephen Covey dalam bukunya"The 7 Habits of Highly Effective People" sebagai berikut:

Andaikan saja Anda bertemu seseorang yang sedang terburu-buru menebang Sebatang pohon di hutan.

"Apa yang sedang Anda kerjakan?” Anda bertanya.

"Tidak dapatkah Anda melihat?" demikian jawabnya dengan tidak sabar.

"Saya sedang menggergaji pohon ini."

"Anda kelihatan letih!" Anda berseru. "Berapa lama Anda sudah mengerjakannya?"

"Lebih dari lima jam," jawabnya, " dan saya sudah lelah! Ini benar-benar kerja keras."

"Nah, mengapa Anda tidak beristirahat saja beberapa menit dan mengasah

Gergaji itu?" Anda bertanya. "Saya yakin Anda akan dapat bekerja jauh lebih cepat."

"Saya tidak punya waktu untuk mengasah gergaji," orang itu berkata dengan tegas. "Saya terlalu sibuk menggergaji."


Bahkan menurut Covey, kebiasaan mengasah gergaji merupakan kebiasaan yang paling penting karena melingkupi kebiasaan-kebiasaan lain pada paradigma tujuh kebiasaan manusia efektif. Kebiasaan ini memelihara dan meningkatkan aset terbesar yang kita miliki yaitu diri kita. Kebiasaan ini dapat memperbarui keempat dimensi alamiah kita – fisik, mental, spiritual, dan sosial/emosional.

Membaca merupakan salah cara kita untuk memperbaiki dan meningkatkan efektifitas diri kita. Meskipun kita memiliki "keterbatasan waktu", kita tetap perlu mengasah gergaji kita. Caranya adalah dengan menguasai cara membaca yang efektif sehingga waktu yang kita gunakan menjadi efisien.


Namun sebelumnya kita perlu mengenali berbagai tipe gaya belajar seseorang, yaitu:


a. Visual.
Belajar melalui melihat sesuatu. Kita suka melihat gambar atau diagram. Kita suka pertunjukan, peragaan atau menyaksikan video.

b. Auditori.
Belajar melalui mendengar sesuatu. Kita suka mendengarkan kaset audio, ceramah kuliah, diskusi, debat dan instruksi verbal.

c. Kinestetik.
Belajar melalui aktivitas fisik dan keterlibatan langsung. Kita suka "menangani", bergerak, menyentuh dan merasakan/mangalami sendiri.


Semua kita, dalam beberapa hal, memanfaatkan ketiga gaya tersebut. Tetapi kebanyakan orang menunjukkan kelebihsukaan dan kecenderungan pada satu gaya belajar tertentu dibandingkan dua gaya lainnya. Pada anak-anak kecenderungannya adalah pada kinestetik dan auditori, namun pada saat mereka dewasa, kelebihsukaan pada gaya belajar visual ternyata lebih mendominasi.

Memahami gaya belajar pribadi Anda akan dapat meningkatkan kinerja dan prestasi Anda. Anda akan mampu menyerap informasi lebih cepat dan mudah. Anda dapat mengidentifikasi dan mengapresiasi cara yang paling Anda sukai untuk menerima informasi. Anda akan bisa berkomunikasi jauh lebih efektif dengan orang lain dan memperkuat pergaulan Anda dengan mereka.


Tiga Faktor Penting Meningkatkan Kemampuan Belajar

Ada tiga faktor penting dalam penguasaan ketrampilan untuk belajar:

Pertama adalah pola pikir dan sikap (mindset and attitude) kita terhadap belajar.

Kita harus memiliki hasrat (desire) dan kecintaan (passion) yang dalam

Terhadap nilai-nilai untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Belajar tidak hanya sekedar melalui pendidikan formal semata, tetapi dalam setiap aspek kehidupan kita harus senantiasa mengembangkan sikap belajar. Sikap mau membaca, mendengar, mau mengerti dan mau belajar dari orang lain merupakan sikap yang perlu senantiasa dikembangkan jika kita ingin memperbaiki diri ataupun gagasan kita.

Faktor kedua dalam meningkatkan ketrampilan untuk belajar adalah kemampuan kita untuk mendayagunakan kekuatan pikiran kita (terutama pikiran bawah sadar – subconscious mind) untuk mempercepat proses belajar (accelerated learning). Pikiran bawah sadar merupakan kekuatan yang luar biasa jika kita dapat mengoptimalkan potensinya. Seringkali kita melupakan bahwa anugerah yang terindah dan terbesar yang diberikan Tuhan kepada kita adalah kemampuan pikiran kita. Hal inilah yang membedakan kita dengan ciptaanNya yang lain.

Hal yang paling mudah kita lakukan untuk mengembangkan ketrampilan untuk belajar adalah dengan banyak membaca. Meluangkan waktu sedikitnya satu jam sehari untuk membaca buku merupakan kebiasaan yang baik bagi kita untuk mulai Mengembangkan diri kita.

Banyak sekali metoda untuk meningkatkan kecepatan membaca (speed reading) maupun pemahaman (comprehension) terhadap isi dari suatu buku. Ketrampilan inilah yang amat kita perlukan untuk meningkatkan daya serap dan kecepatan kita dalam membaca sebuah buku. Selain membaca, meningkatkan kemampuan dapat diperoleh melalui seminar, pelatihan maupun mendengarkan kaset-kaset motivasi.

Faktor ketiga dalam meningkatkan kemampuan belajar kita adalah disiplin diri dan kegigihan (self discipline and persistence). Tanpa kedua hal ini maka belajar hanyalah kegiatan yang sifatnya tergantung suasana hati (mood) dan kita tidak dapat mencapai keunggulan(excelence) hanya dengan belajar setengah hati. Sudah saatnya kita mengubah kebiasaan-kebiasaan kita. Ada pepatah yang mengatakan "Your Habits will Determine Your Future”. Miliki kebiasaan belajar, dan mulai langkah pertama Anda. Proses mengubah kebiasaan sangat ditentukan oleh kedisiplinan diri dan kegigihan kita, sehingga setelah melakukannya dalam periode waktu tertentu, hal tersebut tidak lagi menjadi beban tetapi telah menjadi kebutuhan. Jika pada awalnya sulit melakukan tetapi setelah itu Anda jadi terbiasa.



Ketrampilan Dasar untuk Membaca yang Efektif.

Sebelum kita mengembangkan kemampuan membaca dengan efektif, kita perlu
menguasai terlebih dulu beberapa ketrampilan dasar, yaitu:

1. Konsentrasi

Kebanyakan kita menganggap bahwa konsentrasi adalah pekerjaan berat dan

Sangat sulit dilakukan. Kita memiliki suatu keyakinan bahwa hal tersebut susah untuk dilakukan. Padahal kalau kita menyenangi sesuatu, katakanlah menonton konser musik band favorit kita atau film di bioskop, maka kita akan dapat berkonsentrasi menikmati pertunjukan yang berlangsung lebih dari dua jam. Kita ternyata dapat berkonsentrasi cukup lama jika kita melakukan sesuatu yang kita senangi. Inilah pola pikir pertama yang harus kita kembangkan untuk belajar berkonsentrasi.


Hal yang kedua adalah bahwa mengembangkan daya konsentrasi sama halnya Dengan mengembangkan dan menguatkan otot-otot tubuh kita. Kita perlu latihan yang teratur dan terus menerus. Salah satu teknik untuk mengembangkan daya konsentrasi adalah teknik kontemplasi. Kontemplasi adalah suatu teknik menggunakan pikiran kita seperti sebuah lampu senter (search light) untuk mencari dan menemukan informasi baru. Untuk melatihnya, Anda perlu lakukan setiap hari (sedikitnya 5 menit sampai maksimum 10 menit per latihan). Caranya dimulai dengan fokus
terhadap apa yang ingin kita ketahui. Misal, kita ingin mengetahui cara meningkatkan kecerdasan finansial (membaca buku Robert Kiyosaki Misalnya), kemudian pikirkan gagasan tersebut secara mendalam dan tanyakan pada diri Anda pertanyaan-pertanyaan seperti, "Apa artinya kecerdasan finansial? Apa implikasinya pada hidup saya? Apakah hal tersebut bisa saya lakukan? Dan seterusnya lakukan sampai sekitar 5-10 menit.

konsentrasi


Jika Anda sudah bisa bertahan konsentrasi 10 menit, tingkatkan kemampuan Anda dengan berlatih langsung membaca sebuah buku 10-20 menit. Lakukan setiap hari sampai daya tahan konsentrasi Anda meningkat sedikit demi sedikit.

2. Membuat Peta Pikiran (Mind Mapping)

Teknik ini merupakan cara untuk meringkas suatu tema atau pokok pikiran yang ada dalam buku. Pertama, kita awali dengan menuliskan tema pokok di tengah-tengah halaman kertas kosong. Kemudian seperti pohon dengan cabang dan ranting kita kembangkan tema pokok menjadi sub tema di sekelilingnya dengan dihubungkan memakai garis seperti jari-jari roda.

Berikut adalah langkah atau prinsip dalam membuat peta pikiran dalam

bukuAccelerated Learning for the 21st Century karangan Colin Rose dan

Malcolm J. Nicholl:

a. Mulai dengan topik di tengah-tengah halaman.

b. Gunakan kata-kata kunci.

c. Buatlah cabang-cabangnya

d. Gunakan simbol, warna, kata, gambar dan citra (images) lainnya.

e. Gunakan seperti poster dengan dasar putih bersih.

f. Buat tulisan atau gambarnya warna warni

g. Gunakan alat tulis berwarna terang


Membuat peta pikiran adalah latihan yang perlu dilakukan terus menerus.

Sama halnya seperti teknik kontemplasi, kita perlu berlatih mengunakan peta pikiran untuk mengetahui informasi atau menganalisa masalah.

[Bisa juga melihat di Gua Kalong, bagian Peta Konsep dan Otak]


3. Relaksasi

Cara ini dikembangkan oleh Sandy MacGregor dalam bukunya Piece of Mind. Pada prinsipnya dikatakan bahwa otak atau pikiran kita lebih mudah menyerap dan mengingat informasi pada saat kondisi pikiran kita relaks yang ditunjukkan engan frekuensi gelombang otak yang rendah. Mengenai teknik relaksasi pernah dibahas dalam edisi Mandiri sebelumnya. Bagi Anda yang berminat mempelajari dapat membaca buku Sandy MacGregor tersebut atau buku SELF MANAGEMENT: 12 Langkah Manajemen Diri karangan Aribowo Prijosaksono dan Marlan Mardianto.



Teknik Membaca Cepat

Kita hidup dalam zaman di mana kita setiap hari dibanjiri buku baru tentang topik yang kita sukai atau yang berkaitan dengan bidang pekerjaan kita. Pembaca biasa takkan bisa membaca semua buku yang telah diterbitkan tentang topik yang berkaitan dengan bidang bisnis atau profesionalnya.

Sedangkan membaca itu sendiri bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menjengkelkan. Padahal kita semua tahu bahwa membaca sama halnya dengan kita menikmati pertunjukan konser atau film yang bagus. Membaca melibatkan partisipasi aktif kita. Seluruh emosi, hasrat dan minat kita juga harus terlibat dalam proses membaca, sehingga membaca menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Dengan keterbatasan waktu yang kita miliki, bagaimana kita dapat mengembangkan kemampuan membaca secara efektif sehingga dengan tenggang waktu yang sama, kita bisa mengambil inti dari lebih banyak buku. Kecuali untuk buku fiksi atau sastra yang memang ingin kita nikmati jalinan cerita, emosi, dan rangkaian kata-katanya, membaca buku nonfiksi (textbook) adalah seperti membaca surat kabar. Yang kita perlukan adalah informasi dan gagasan pokok pengarang.

Hanya sedikit orang yang membaca koran dengan cara per bagian, halaman per halaman. Kita biasanya membaca beberapa halaman pertama dengan mendetail, lalu hanya sekilas membaca yang lain, mencari topik yang menarik. Sekarang kita akan belajar melakukan hal yang serupa dengan buku yang akan kita baca.

Sebelum mulai membaca ada sejumlah alat bantu yang dapat membantu kita untuk dapat memahami keseluruhan isi sebuah buku:



Sampul buku:

Biasanya pokok pikiran terpenting dari sebuah buku tercetak di sampulnya. Informasi ini membantu penjualan buku dan memberikan perspektif penerbit tentangisi buku. Sampul buku memberikan gambaran kepada kita tentang apa yang akan kita dapatkan di bagian dalam.

Biografi penulis:

Informasi ini akan memberi tahu kita tentang latar belakang pendidikan, pengalaman dan kegiatan penulis saat ini yang membuat ia bisa menulis buku tersebut. Dengan memahami informasi tentang penulis akan membantu kita untuk lebih mudah mengikuti alur pemikirannya dalam buku tersebut.

Bagian awal:

Bagian ini terdiri atas kata pengantar, prakata, atau bab pendahuluan (prolog). Biasanya justru bagian-bagian ini yang perlu secara mendalam kita pelajari, karena intisari seluruh gagasan penulis tentang tema buku tersebut terangkum alam bagian awal buku. Yang jelas bagian ini memaparkan tujuan penulisan–pernyataan misinya. Pada titik ini kita bisa memutuskan untuk membaca lebih lanjut atau kita hanya akan menggunakannya untuk referensi.

Daftar Isi:

Sebenarnya bagian ini adalah kerangka buku. Penulis menggunakan masing-masing topik bab sebagai gantungan untuk menjelaskan keseluruhan pemikirannya tentang topik tertentu. Ada berapa bagian? Berapa bab? Bacalah Daftar Isi dengan teliti untuk melihat apakah topik-topiknya sesuai dengan apa yang kita cari.

Indeks:

Teliti indeks di bagian belakang buku. Lihat apakah ada kata-kata kunci yang menarik bagi Anda.

Kita harus memeriksa semua hal tersebut sebelum membaca bukunya. Inilah yang disebut dengan proses scanning, yaitu kita melihat secara selintas keseluruhan isi dari buku yang akan kita baca. Begitu mulai membaca, kita bisa bebas melompati materi yang sudah kita ketahui atau materi yang tidak kita minati.

Pada bagian tertentu kita bisa mendalami karena ada topik atau informasi yang harus kita cermati dan kita cerna lebih dalam. Proses ini disebut dengan proses skimming.


Berikut adalah hal-hal yang perlu untuk membaca dengan efektif:


1. Setelah melakukan proses scanning, kita dapat membuat peta pikiran (mind charting) buku tersebut. Tidak usah terlalu detil, tetapi cukup informatif untuk menjelaskan isi buku dalam satu halaman kertas. Kalau perlu kita lakukan rekonstruksi terhadap daftar isi digabung dengan informasi lain dari biografi, kata pengantar, pendahuluan dan sinopsis di sampul buku tersebut.

2. Siapkan stabilo atau alat tulis untuk menandai informasi atau apa saja yang ingin kita ingat.

3. Pahami jalan pikiran penulis.

Semakin cepat kita mengetahui topik, tujuan, pokok masalah materi yang kita baca, semakin baik pemahaman dan ingatan kita akan hal itu.

4. Hindari baca kata per kata dan kalimat per kalimat. Coba tangkap sekelompok kata dengan mata Anda setiap kali menggerakkannya.Apalagi untuk buku berbahasa asing, kita tidak perlu menterjemahkannnya kata demi kata, karena akan menghambat proses penyerapan informasi dalam otak Anda. Bandingkan Anda membaca dengan bersuara dan membaca dalam hati. Kecepatannya akan berbeda jauh. Biasanya saya berkonsentrasi pada kalimat pertama dan kalimat terakhir dari sebuah paragraf, atau mata saya melihat seluruh badan paragraf dan menangkap pesan intinya.

5. Buatlah ringkasan sambil membaca.

Jika tak ada ringkasan bab, buatlah sendiri setiap selesai membaca satu bab.

6. Bandingkan dengan tulisan lain bertopik sama yang pernah Anda baca.

Ingat teknik kontemplasi. Cobalah mengembangkan pertanyaan-pertanyaan dan kaitan satu sama lain seperti Anda mencari sesuatu dengan senter.

7. Untuk mempermudah kita menggunakan buku tersebut sebagai referensi, kita bisa mencatat isi buku tersebut dalam sebuah buku catatan atau kertas khusus yang apat kita simpan dan kita lihat kembali setiap saat.


Demikianlah prinsip-prinsip dan langkah-langkah yang perlu kita ketahui untuk meningkatkan efisiensi membaca. Namun sekali lagi, sama seperti ketrampilan yang lain, membaca memerlukan jam terbang. Kita perlu berlatih, berlatih dan berlatih sehingga kecepatan dan efisiensi membaca kita meningkat dari waktu ke waktu.



Selamat membaca dan meningkatkan aset pribadi Anda yang paling penting, Diri Anda sendiri.



Note:

"Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. Anyone who keeps learning stays young. The greatest thing in life is to keep your mind young. -- "

Henry Ford

Kamis, 30 September 2010

MAKNA HARI KESAKTIAN PANCASILA

1 Oktober 2010, sebenarnya hari ini adalah moment yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, Hari Kesaktian Pancasila. Tanggal 30 September harusnya adalah masa berkabung di negriku ini dengan bendera setengah tiang. Tapi semua itu sudah menjadi sejarah yang sudah ditutup dan tak memberi arti. Satu-satu dari sila-sila itu sudah mulai pudar dihati para pemimpin negri ini. 5 (lima) sila itu yang dibuat menjadi dasar negara ini, menjadi hanya simbol untuk dikumandangkan.

Konon, ini adalah awal dari Gerakan 30 September (G.30.S/PKI).
Oleh pemerintah Indonesia, pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Pada saat itu setidaknya ada enam orang Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun, berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Maka, tanggal 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila dalam sejarah Republik Indonesia.

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Makna sila ini adalah:

Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab. Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup.Saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain.

2. Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab

Makna sila ini adalah:

Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia. Saling mencintai sesama manusia. Mengembangkan sikap tenggang rasa. idak semena-mena terhadap orang lain. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan. Berani membela kebenaran dan keadilan. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari masyarakat Dunia Internasional dan dengan itu harus mengembangkan sikap saling hormat-menghormati dan bekerjasama dengan bangsa lain.

3. Persatuan Indonesia

Makna sila ini adalah:

Menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Rela berkorban demi bangsa dan negara. Cinta akan Tanah Air. Berbangga sebagai bagian dari Indonesia. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.

4.Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Makna sila ini adalah:

Mengutamakan kepentingan negara dan masyarakat. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Mengutamakan budaya rembug atau musyawarah dalam mengambil keputusan bersama. Berrembug atau bermusyawarah sampai mencapai konsensus atau kata mufakat diliputi dengan semangat kekeluargaan.

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Makna sila ini adalah:
Bersikap adil terhadap sesama. Menghormati hak-hak orang lain. Menolong sesama. Menghargai orang lain. Melakukan pekerjaan yang berguna bagi kepentingan umum dan bersama.

Seandainya nilai-nilai Pancasila tersebut dapat diimplementasikan sebagaimana yang terkandung di dalamnya, baik oleh rakyat biasa maupun para pejabat penyelenggara negara, niscayalah kemakmuran dan kesejahteraan bangsa dan negara bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan secara nyata.

Terlebih lagi hingga kini kita selaku bangsa tentulah malu terhadap para pendiri negara yang telah bersusah payah meletakkan pondasi negara berupa Pancasila, sedangkan kita kini seakan lupa dengan tidak melaksanakan nilai-nilai Pancasila yang sangat sakti tersebut.

Perilaku KKN, kerusuhan antar sesama warga negara, ketidakadilan dan ketimpangan sosial, berebut jabatan, perilaku asusila, serta berbagai perilaku abmoral lainnya adalah segelintir perilaku yang hanya dapat merusak nilai Pancasila itu sendiri. Kini, Marilah kita kembali junjung tinggi nilai-nilai Pancasila agar kita tetap dipandang sebagai bangsa dan negara yang beradab, beragama, beretika, dan bermoral.

Negara Indonesia adalah wadah kita, untuk berdiri mewarnainya dengan Kebihnekaan Tunggal Ika untuk menjadi satu. Milikilah jiwa nasionalime yang kuat untuk tetap disini, bersama dengan rakyat seperjuangan dan sepenanggungan menciptakan masyarakat adil dan makmur. Ciptakan disini kebebasan beragama, manusia yang beradab, Indonesia yang satu, musawarah untuk mupakat, keadilan sosial bagi indonesia tercinta ini. Ilove Indonesian



Everything you have in your life

"Everything you have in your life, you have attracted to yourself because of the way you think, because of the person that you are. You can change your life because you can change the way you think." - Brian Tracy

For years self-help gurus have taught about The Law of Attraction - the idea that you can get what you want simply by creating a clear mental picture of what you desire and using your imagination to see it with your mind's eye. It all sounds very tempting doesn't it - but is there really any such thing as the Law of Attraction? Well, I would like to share with you a little about my own experience learning about and then using this principle.

It all began one day when I was driving along listening to a tape; and, although I had heard the basic message many times before, on this occasion, it really struck home. I remember hearing the words, " ... how can you achieve a goal you have not even set?"

And for once those words found real resonance within me. I thought to myself, if I were to set some really big goals, and if those goals did not come to pass, only I would know; and so there would be no reason to not give the process a try. It was the little push I needed at the time.

So I took myself off to Clevedon and sat at the end of the pier with a flask of soup, a notebook - the old-fashioned paper-type - and pen. I was there for about three or four hours asking myself those deep questions about what my own life is about and what is most important to me. At the end of the session, I had quantified four really big goals; the first of which was to become a Personal Development consultant within three years.

Now my career had, up until that time, been in IT; and I had no idea how to change not just my job, but my career, but this is what happened ...

The company I was working for at the time was taken over by a larger organization and I felt the new company did not really understand my role; which was in pre-sales support; so I started looking around for another opportunity. I saw a company advertising for a Technical Author; and I thought it might help me to hone my writing skills - which would be an important aspect of achieving my goal - so I applied and I got invited for an interview.

There I was sitting in the interview being interviewed by two people and one of them asked me a pretty standard interview question,

"Where do you see yourself in five years?"

Now I don't know how I would have answered prior to doing all that thinking, but what I said was,

"Well ... I see myself as a writer (still trying to get the job) and by that time I would like to think I will have written a successful book."

He asked what subject I would be writing about; and I had no hesitation in explaining all about my passion for Personal Development.

"That's very interesting he replied!"

He left the room; returning a few minutes later with three course outline documents which he showed me.

"We are just diversifying into that field ourselves - could you teach these courses?", he asked.

Well I nearly fell off my chair! Here he was offering me the opportunity to do exactly what I wanted and had imagined back there in Clevedon only a few months earlier.

To cut a long story short: I got the job. I started immediately after working out my notice and so began my new career as a Personal Development Consultant. It still amazes me today to think about how it all happened - but it did!

My own belief is that opportunity surrounds us every day of our lives but we tend to miss most of it simply because of what our minds are focused on. That is the power of creating your vision and imagining it as fulfilled.

And that was how I proved to myself that the Law of Attraction really does work.



Attracting People to You
by Steve Goodier

In West Virginia folklore there is a story of a country doctor who was called out to a holler late one night to assist a woman about to give birth. By the time the doctor arrived at the farmhouse, things had progressed to a point where the doctor asked the husband to help him by holding a gas lantern up high in order to illuminate the makeshift delivery room.

Before long, the courageous mother delivered a healthy baby boy. As the father lowered the lantern, the doctor barked an order to keep the lantern aloft: "We're not done yet." Shortly, a second child appeared on the scene, a healthy baby girl. Shaken by the unexpected arrival of twins, the father heard the doctor say once again, "We can't stop now. It looks as if it's going to be triplets." To which the stunned father, still holding the lantern high, replied, "Do you think it's the light that's attracting them?"

Light has a quality of attraction. I recently left my office door open late one afternoon in our mountain home and, at dusk, the light from within attracted -- a hummingbird! (Coaxing a hummingbird out of the house is a little like pushing a rope.Mostly, whatever you do doesn't work.)

You, too, have a light that attracts...an inner light. Not visible to the naked eye, but apparent just the same. We speak of a "twinkle" in the eye or a "flicker" of warmth in the heart. Some people shine with a light of kindness. Others emit a light of hope. There are those who glow with enthusiasm and still others who radiate love.

Almost all creatures are drawn to light, including humans. Do you want to attract people to you? Positive and life-affirming inner qualities can attract people like a warm fire on a cold night. What will draw other people to you best cannot be purchased in any department store. They will respond to that which radiates from within.

You may not always see it, but your light is shining through. And it's one of your most attractive qualities!

Steve Goodier's books & Newslstter: http://LifeSupportSystem.com



And Finally ...

Remember my friend that your life is as it is now because you have created it to be that way. If you don't like the way it is, then you can change it - and that process begins with the way you think.

If you can learn to think about what you want rather than what you don't want; if you can learn to see the good in things rather than the bad; and if you can learn to be positive about life rather than downcast; then you are on the road to significant improvement.

You created your life and your circumstances the way they are right now - and you also have the power to change them!

That's it for this week. I do hope you have enjoyed the Newsletter.

With every good wish,

Will Edwards.
The White Dove Partnership

Rabu, 29 September 2010

Rumah Kayuku

Seketika pikiranku tiba tiba tertawa, tersenyum,berbunga, akhirnya kudapatkan redup perlahan. Apakah aku salah melangkah, jawaban selalu asing dikerumun itu. Mereka tidak tau ada kata yang tak bisa terucap. Tiada yang lebih bahagia jika kata itu terucap, tapi sungguh bukan ditempat itu.

Arti yang belum dapat kusimpulkan, mungkin sudah kutemukan, tapi hilang jika lintasan mu menerpaku, aku mugkin hanya bisa bertahan berdiri kebingungan.

Hari-hari ku hilang kendali, tertawa, merengut, pikiranku kian lama tak ku mengerti. Semuanya tak berjalan seperti yang kuduga."Bisa tidak kau angin mengerti aku, ", aku menghardiknya. Berhenti bertiup melambaikan rambutku, bisakah kau lihat badanku kaku, jika kau membuatku seperti pepohonan, bisa tumbang tapi kau tertawa?"

Aku bukan marah angin kau datang, tapi aku kecewa, rumah kayu yang kususun sudah kembali merata ditanah. Itu bukan permainanmu, bertebaran, tak lagi saling menopang. Biar kususun pun kembali, aku takut, karna kau masih disini, sering bermain main dengan mereka yang kuat dengan terpaan.

Kau tak perduli isakku, rumahku kau buat tertawaan pada mereka yang masih bisa tertawa dengan mu, tapi aku bukan orang yang mudah kau asingkan, aku akan bangun lagi dibawah pohon rindang itu, hawanya tambah sejuk, bila lapar, kucari buah yang ranum, bila haus ku tunggu air turun di titisan atap.

Tapi bisakah kamu berjanji, tidak menggangguku lagi, aku juga ingin tertawa sepertimu, tapi tidak akan membuat semut kecil pun terluka. Kau angin sepoi ku, kan kiringi dengan denting lagu di telingamu, biar tak ada lagi terluka dengan terpaanmu yang kau anggap lucu itu.

Rumah kayuku itu sudah kubangun kembali, mungkin kamu pun menginginkanya, bertiuplah sepoi, menyapu daun yang ingin berhenti bergantung, daun itu akan menambah hangatnya malamku dalam tidur pulasku. Jangan meragukanku, bangun tidurku kau akan ku jawab, pagi ini begitu sejuk di kulitku dan aroma hangat di hidungku, hanya kuingin kau jadi sahabat terbaikku untuk selamanya dan tak akan kuingkar sampai rumah tua itu pun kau ratakan kembali, angin tetap jadi sahabat terbaikku.




Selasa, 28 September 2010

Selalu Menungguku

Ingatanku tajam mengikuti gurat keriput diwajahmu. Selalu terbayang seperti apa wajah menungguku. Bisa kubayagkan raut wajahmu yang jelas berparaskan letih dan susah. Harapanmu yang hampir sirna, mengikuti jalan di hari-harimu. Tatapan mata yang mulai samar dan mengambang menandakan keputus asaan. Langit dan tanah mulai menyamar dan rabun kau lihat. Tidurmu susah terlelap, karna pikiramu terlalu terbeban begitu berat, Hingga malam itu membawamu tidur dan berharap mimpi indah .

Ku dengar.....................
Aaaaaahhhhhhh, helaan napas keletihan membuatmu terbangun, lelah berpikir. Kakimu yang mulai mengurus, kau paksa berdiri menyambut pagi yang cerah. Pagimu begitu riuh dengan kicauan, dari ternak di sekitarmu, memaksamu untuk cepat bergegas. Kau lemparkan jagung untuk ayam yang begitu riuh dihalamanmu, membuatmu tersenyum, melihatnya berulah. Kau tinggalkan berharap mereka kembali di saat sore menjelang didalam kandang.

Malam-malamku menghantui ku dengan bayangmu yang tiada berhenti memerangi pikiranku. Mimpi malamku selalu denganmu, seperti dulu waktu kita masih berkumpul. Mimpi itu membuat hati ini pilu, memyesali semua hari yang berlalu begitu rusuh dan belum menyisakan jawaban.

Pikiranmu, aku tahu.Tapi pikiranku, pasti kamu tidak tau. Bukan menjengkal, tapi itulah adanya. Aku mau menjawab, tapi dengan kata-kata mungkin kamu tak puas.

Kau sering menanyakanku pada angin yang bertiup yang kadang arahnya tak menentu, kau lihat lagi ilalang yang bergoyang di jalan yang mau kau tempuh. Harapku jangan mengartikan itu denganku, karna akan menambah keraguan akanku. Biarlah lambaian ilalang dan angin menjadi tarian penghibur dihatimu, karna aku tak ada disitu. Aku disana ditempat yang begitu subur , kuncupnya akan mekar dan bercahaya bila diterpa panas diguyur hujan.

Bukankah kamu melihat,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Bukankah kamu mendengar...............
Seruanku ku malam itu, aku memnggil namamu, mendoakamu kepada Dia, BapaKu dan BapaMU. Aku berharap doaku didengar, memberimu hati yang sederhana yang penuh pengharapan dan percaya kepadaNya,karna ku tahu dialah kedamaian hatiku dan hatimu ibu.

Minggu, 26 September 2010

Sejuk Tepian Laut

"Aku mau ke kampung Vietnam", teriakku. "Aku belum pernah kesana".
Begitu berharap itu terjdi, tapi kemungkinan besar tak ada peluang kesana, karena kami dibagi dalam 5 ?(lima) tim.

"Uhhhhh, aku gak mau, masa Pulau Galang seh, itu kan cuma seberangan dengan Bukit Karmel", gerutuku.
"Itulah pembagian hari ini, besok cepat, pagi-pagi kita harus berangkat dan pertama, ke Mirota, kedua Melayu, Ketiga Galang, Keempat Kampung Vietnam," dst, terang kordinator yang kerap kami panggil Pak Hans.

Rimbasan gitar yang selalu setia disetiap malam itu, mengundangku selalu disana. Dengan senang hati mereka selalu mengajakku dimana aku selalu berusaha untuk ramah dengan mereka, walaupun wajahku kalau dibilang selalu tak bersahabat. Lagu itu selalu diminta aku yang menyebutkan lagu apa yang akan dinyanyikan. Tapi aku tak ada lagu, aku hanya gaung dari setiap nyanyian mereka, yang kadang suaru kedengaran dan itupun tidak pas..mereka mengejekku...Aku hanya bisa tertawa terpingkal -pingkal dan malu dengan ciri khas selalu menoleh kebelakang bila ada salah. Karena keseringan lagu itu akhirnya bisa kupelajari dan sudah bisa dibilang nilai 2(dua) ada peningkatan dari yang tidak tahu sama sekali cara bernyanyi.

Larut malam jam 1.30, itu membuatku merinding kedinginan dengan mereka, aku pergi tidur meninggalkan sekitar belasan laki-laki sebayaku disana, aku sendirian perempuan disitu. Permisi pergi tidur. Dengan bergurau:" Aku tidur dulu frend" teriakku.Jawaban mereka , ya.

Mungkin tempat itu dingin, sudah dua hari menginap disana, membuat tidurku tak nyaman dan selalu terjaga karena begitu dingin. Tidak ada selimut, aku tari sprei dari tempat tidur kosong itu kubalutkan dengan tubuhku.

PInk Rose & Glory

PInk Rose & Glory

Pink Rose & HardWork

Pink Rose & HardWork